Jumat, 29 Januari 2010

sejarah regu dinggo


A. PENGANTAR

Berawal dari masa orientasi Gugus Depan sumenep 0761 Gerakan Pramuka PP. Annuqayah mengadakan penerimaan anggota baru, mengingat dari saking banyaknya anggota Pramuka yang keluar dari Pondok Pesantren Annuqayah dan berhenti dari ke anggotaan Pramuka khususnya di Gerakan Pramuka PP. Annuqayah. Dan pada masa itu pula hanya terdapat 2 regu dan 3 sangga di Gugus Depan 0761 PP. Annuqayah.

Saat anggota baru sudah resmi menjadi anggota Pramuka Gugus Depan 0761 yang ditandai dengan pelantikan maka otomatis anggota di Gugus Depan bertambah banyak dan akan terdapat banyak regu dan sangga baru yang akan terbentuk. Namun, hal itu tidak sesuai dengan harapan pengurus Gerakan Pramuka pp. Annuqayah, hari demi hari anggota sedikit demi sedikit semakin berkurang, dalam latihan rutin tak ada satu regupun yang lengkap anggotanya. Berangkat dari hal itu pembina mempunyai inisiatif untuk menggabunngkan dari semua regu yang ada. Maka terbentuklah regu senior Gugus Depan (Fire’s Play) dan dua regu junior gugus depan PP. Annuqayah..

B. Falsafah Regu Dinggo Annuqayah

Regu junior Annuqayah masih kebingungan mencari nama regu karena mereka masih ingin mempetahankan nama regu mereka masing-masing, maklum karena mereka berasal dari regu yang berbeda dikumpulkan menjadi satu regu. Maka pada saat yang genting itu terdapat keputusan untuk merombak regu secara total. Adapun nama-nama regu yang akan dipilih (Flyminggo, Dinggo, Glatik, Singa, Rajawali Dll). Akhirnya dengan dibantu salah seorang pembina Adnan Hariswanto didepan kantor MTs. I Annuqayah tertanggal 28 Mei 2005 jam 07.45 Wib. Resmilah Dinggo menjadi sebuah nama regu. Dinggo adalah hewan yang berada di Australia yang memiliki kecepatan lari yang sangat kencang. Hewan ini jika buas dapat membahayakan dan jika dijinakkan dapat menjadi sahabat yang sangat berguna, makanan kesukaannya adalah kanguru dan hewan ini biasa disebut di Indonesia dengan serigala yang biasa hidup didataran tinggi.

Anggota Generasi Pertama

Adapaun nama-nama anggota generasi pertama :

Syaifurrahman (Glatik) Mushfi (Malio)

Doni Kurniawan (Masquitu) Faiz baisuni (Malio)

Mufidz (Masquitu) Khodairiko (Masquitu)

Matin Mudhar (Masquitu) Khomaidi (Masquitu)

M. Rakso Ms (Rubase) Saubari (Masquitu)

Karena masih ada regu senior di Gugus Depan 0761, maka dalam even-even besar Dinggo tidak punya kesempatan untuk berlaga, karena bisa dikatakan regu junior ketimbang Fire’s Flay.

Hari berganti hari rasa percaya diri dan mencintai regu perlahan-lahan tumbuh hingga kami bertekad untuk membuat lambang regu, bendera regu dan yell regu. Meskipun kami dikatakan regu junior dibanding Fire’s Flay tapi semangat dan tekad anggota tidak menjadi kendala untuk semakin maju. Hingga akhirnya dalam even daerah yaitu Jambore Daerah Dinggo deberi kesempatan untuk berlaga meski dalam kenyataannya bukan seutuhnya dari regu Dinggo namun, sebagian masih me-rekrut anggota senior.

ANGGOTA GENERASI KEDUA

Syaifurrahman Zainul umam

Nurul Huda Faiz baisuni

Doni kurniawan Moh. Ma’sum

Saubari Nur azizi

Taufiqurrahman Mujahid anshari

Mufidz Khodairiko

Nur khomaidi

Pada generasi kedua ini Dinggo mulai naik daun lantaran regu senior (fre’s Play) telah pindah golongan ke tingkatan penegak, dan sekarang Dinggo mempunyai giliran menjadi regu yang senior di Gugus Depan sumenep 0761. semua kegiatan yang diikuti baik tingkat lokal maupun regional telah diikutinya seperti :

· Jambore daerah selorejo malang

· Khutbatul Arsy Pakandangan Sumenep Sebagai juara I

· Lomba tingkat II Kecamatan Guluk-Guluk Sebagai Juara I

· Lomba tingkat III penglegur Kabupaten Sumenep Sebagai Juara I

· Perkemahan Preditas kabupaten pamekasan Sebagai Juara I

· Jelajah Alam Se-Kabupaten Sumenep sebagai Juara II

· Senam Pramuka se-Kebupaten Sumenep sebagai juara II

· Persada Annuqayah Guluk-Guluk sebagai tuan rumah

· Terbaik I Putra Lomba Tingkat IV Jawa Timur di Pamekasan

· Terbaik IV Putra Lomba Tingkat V Nasional di Cibubur Jakarta

Semua prestasi tersebut bukan semudah membalikkkan telapak tangan untuk dapat meraih penghargan dibutuhkan kesabaran. Pengalaman-pengalaman yang membuat kami dari waktu-waktu semakin bersemangat dari penyatuan karakter, kebersamaan, pemahaman individu maupun kelompok.

Pernah disuatu malam yang sunyi dibawah redupnya cahaya dengan diiringi nyanyian nyamuk kami berkumpul membentuk lingkaran dengan satu ember air ditengahnya kami secara satu bersatu memasukkan hal-hal yang menjijikkan dari semua anggota tubuh kedalam air (basuh tangan, basuh kaki dll.) setelah semuanya selesai air itu diminum bersama-sama. Apalah daya ketika kebersamaan sudah melekat maka tahi kucingpun jadi coklat.

Generasi ke Tiga

Baru kemudian pada generasi ketiga ini Dinggo berhasil mencatatkan sejarah dari pondok, hingga kabupaten tercinta. Dengan jerih payahnya Dinggo berhasil meraih Prestasi tinggi dalam lomba tingkat I-IV yang kesemuanya itu dilaksanakan dari ranting hingga provinsi.

Adapun nama-nama pada waktu itu terdiri dari tiga regu yang digabung menjadi satu regu yaitu regu jaguar (3 Orang) Regu Cocabora (2 Orang) Dinggo (5 Orang)

Syaifurrahman (Dinggo) Fauzan (Jaguar)

Doni Kurniawan (Dinggo) Fathorrosi (Jaguar)

Faiz Baisuni (Dinggo) Jufri Ghani (Jaguar)

Nurul Huda (Dinggo) Munaji Zaen (Cocabora)

Saubari (Dinggo) Ach. Roqib (Cocabora)

dari ketiga regu inilah yang akan melanjutkan aksinya ketingkat Nasional. Kebersamaannyalah yang bisa membawa Dinggo hingga kepuncak perjuangan.

Akhir Perjuangan

Dalam lomba selanjutnya (LT V) ada salah anggota yang gugur entah karna apa ..? tapi yang pasti dia kemudian mengundurkan diri,secara tidak langsung harus diganti dengan peserta lain dan keinginan dari regu kami adalah mengambil dari senior pengalang gugus depan 0761 tapi apalah daya keingin dari regu tidak di kabulkan oleh para pembina, katanyasih pencetakan kader yang harus di pikirkan. Kami kemudian harus ikut arus para pembina dan mengambil dari regu jaguar pula karna peserta yang gugur juga berasal dari jaguar.

Setengah tahun kita berlatih dari setelah mendapatkan juara berprestasi tinggi di Lomba Tingkat IV, pertarungan baru akan segera di mulai karna kita masih akan menghadapi banyak musuh se-Nusantara di lomba tingkat V itu.

Harapan dari perjuangan kita seakan hancur tanpa daya karna Lomba Tingkat V itu tak seperti yang kita pikirkan, Lomba Tingkat V itu gagal karna ketidak sportifan panitia, pembina pendamping se-Nusantara memutuskan bahwa lomba itu tidak sukses dan mereka berjanji tidak akan mendelegasikan lagi. Pemihakan panitia yang sangat mencolo’ pada salah satu anggota LT V sehingga tidak boleh tidak mereka (para pembina) tidak terima dengan keputuan panitia itu. dan tidak ada juara yang sah dan di akui

Dua tahun telah berlalu banyak dari teman-teman sudah keluar dari pondok pesantren annuqayah dan selanjutnya tanpa di duga surat dari kwartir daerah menunjuk gugus depan kami sebagai wakil Jatim menuju Jambore Asean yang di selenggarakan di Jakarta. tapi sayang teman-teman hanya tinggal tujuh orang, syaifurrahman (ipung), doni kurniawan, rofiq sudah berhenti dan dan mereka tidak bisa ikut ke Jambore Asean tersebut.

Kami sangat menyesali karna teman-teman kami yang sudah tidak ada di pondok tidak di perkenankan ikut termasuk juga bindamping kami yang ke LT V. terus terang kesempatan ini merupakan kelanjutan / hadiah dari pejuangan kami di Lomba Tingkat V yang mana semua peserta LT V se nusantara akan datang dan bertemu kembali dengan kami.

Bindamping kami yang ke LT V sudah tidak bisa ikut ke Jamboree Asean tapi hal itu seakan merupakan petunjuk bahwa kami harus bersama kembali dengan pendiri regu dinggo yaitu kak Adnan Hariswanto dan kamipun memilihnya untuk menjadi Bindamping kami untuk berlaga di Asean Scout Jamboree. Ternyata Tuhan sangatlah adil seorang yang sangat berjasa pada regu kami masih di beri kesempatn juga untuk ikut bertualangan bersama kami, hanya saja teman seperjuangan kami ( Syaifurrahman, Doni, dan Rofiq ) tidak bisa merasakan indahnya Jamboree Asean.

Mungkin hanya ucapan terima kasih yang dapat kami sampaikan pada mereka karena perjuangan itu tidak akan pernah kami lupakan, disaat kita menderita dan bahagia bersama.

Kami sangat kesulitan dengan tidak adanya mereka Syaifurrahman adalah Pinru Regu Dinggo, Doni Kurniawan adalah Sekretaris regu yang mana mereka adalah termasuk tangan kanan di regu dinggo. Tapi kami berusaha untuk mengatasi kesulitan itu dan berkat dukungan mereka kami bisa mengatasi hal itu pinru.. kami alihkan ke Faiz Baisuni dan Wapinru Nurul Huda sedangkan sekretaris di berikan pada Roqib.

i puncak Jamboree Asean kami berhasil mendapatkan juara umum karena kami juga berada di Sub Camp yang sangat bagus, Camp NGAPALI yang terjun sebagai Camp terbaik di Jamboree Asean. Dan saat itu jayalah regu Dinggo hingga se-Asean. Dan kami tetap yakin bahwa kami tidak akan pernah tidak berprestasi walau kami bukan yang terbaik tapi kami adalah pramuka yang terlatih dan itulah prestasi kami.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar